Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Salah itu Manusiawi...

Semua orang pernah salah, tak terkecuali diri saya  yang hanya manusia biasa.   Khilaf dalam bertutur kata baik secara lisan maupun tulisan.  Seringkali kita bercanda, tak terasa terbawa suasana , canda pun melantur.  Bahan pembicaraan yang tak jauh dari masalah kehidupan sehari-hari menjadi candaan.  Bahkan peristiwa pedih  pun segera menjadi bahan  candaan.  Menyakitkan. Sebenarnya kesalahan-kesalahan seperti itu dapat kita kurangi bila kita membuka hati dan melihat suatu permasalahan dari banyak  sisi.  Analogi saya begini : Salahkah saya bila mengatakan gajah itu punya wajah yang lucu dengan  kedua mata kecil,dua daun telinga lebar,  belalai panjang yang lemas dan dua kaki besar yang saling berdekatan? Salahkah saya bila mengatakan gajah itu punya satu mata kecil, satu telinga lebar, belalai panjang , ekor kecil dan badan tambun dengan dua kaki besar yang berjauhan? Pertama, saya hanya melihat gajah dari...

Soal Latihan Bahasa Indonesia Kelas V (III)

Gambar
21.   Urutan gambar di atas agar menjadi susunan cerita yang baik adalah…. 22.   Undangan    (1)                                                           Untuk: sahabatku Fikri yang baik hati (2)          Kebahagiaanku rasanya belumlah lengkap tanpa kehadiranmu di acara ulang tahunku yang ke 11.  Acara yang  bertabur kegembiraan ini akan dilaksanakan pada : Hari, tanggal      :  Sabtu   21 Desember 2013                            ...

Soal Latihan bahasa Indonesia untuk kelas V SD (II)

II.             Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling benar! 11.   Ada ... dana yang terkumpul untuk bakti sosial minggu depan?        Kata tanya yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ... . a.  apa                                                   c. kapan b.  siapa                                                 d. berapa 12.    (1...

Soal Latihan Bahasa Indonesia Kelas V SD (I)

Dendam yang Terbalaskan “Dendam ini harus terbalaskan”. Itulah yang ada dalam benak Riko dan Doni sehabis menjalani hukuman dari guru mereka, Pak Slamet, dengan membersihkan WC dan kamar mandi. Ini harus mereka lakukan di saat teman-teman lain menikmati istirahat. Semua gara-gara membolos kemarin. Bagi Riko, hukuman yang dijatuhkan Pak Slamet sungguh menghina. Riko anak orang kaya di desanya.  Riko tak pernah mengerjakan tugas rumah apapun.  Semuanya dikerjakan pembantu-pembantu di rumahnya. Riko tinggal menyuruh saja, semuanya akan beres.  Sedangkan Doni, meskipun orang tuanya tidak kaya, namun ia merupakan anak tunggal yang terbiasa dipenuhi segala macam permintaannya.Bahkan, Doni membawa sepeda motor ke sekolah.  Sepeda motor itu dititipkan di warung sebelah.             “ Riko, kamu punya ide buat balas dendam kita?” tanya Doni.  “Badanku pegal semua, bagaimana mau dapat ide?  Baru sekali ini...

Komik Pinjaman itu...

Pletak!!! Miauwww.... Kucing kembang asem itu melompat lari masuk ke sela-sela rumpun melati di depan jendela kamar yang terbuka lebar setelah biji salak yang kulempar mengenai punggungnya.  Sudah beberapa hari  kehadiran kucing dengan perut kendor itu mengganggu kedamaian duniaku.  Dunia yang sebelumnya adem ayem di sore hari.  Sore yang biasa kunikmati dengan membaca buku buku apa saja hasil meminjam di perpustakaan daerah, perpustakaan kampus, maupun hasil barter dengan teman-temanku. Kucing dengan bulu kuning coklat kemerahan sewarna bunga pohon asam itu mulai membuat ulah.  Tiga hari yang lalu, jejak kakinya kutemukan di bawah meja makan.  Sedangkan lele goreng jatah makan siang yang belum sempat kumakan tak ada lagi jejaknya.  Kemarin sore, susu yang ditaruh tukang susu di kursi teras rumah juga jebol kemasannya, susu berceceran di lantai.  Dan sore ini, kulihat kucing  tersangka sedang mengendap-endap hendak mencoba masuk ke k...

Maaf...

Aku mungkin telah buta, tak bisa melihat ke dalam hatimu Aku mungkin telah tuli, tak bisa mendengar suaramu tapi aku masih punya otak yang kecil, sangat kecil bila dibandingkan dengan volume otakmu otakku pun hanya halus saja tak berlekuk-lekuk seperti otakmu dan kesepuluh jemari tangan ini hanya sekedar menuliskan apa kata otak kecilku yang bosan dengan segala tetek bengek sampah sampah yang bertaburan menutupi jagadku sebenarnya aku membutuhkanmu untuk membantu mengenyahkan segala sampah dari antah berantah namun engkau terlanjur mengusirku hanya karena jemari kita berbeda dalam meluncurkan kalimat demi kalimat di media sosial kalimat gagu komentar ragu kaku mungkinkah kau masih ingat pelajaran dari guru kita dahulu? tentang perbedaan itu menambah kekayaan tentang pikiran tak harus seragam maafkan aku, yang berbeda darimu namun tak seharusnya perbedaan menghapus pertemanan